LUWU TIMUR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada pada koordinat 2,08 Lintang Selatan dan 121,02 Bujur Timur. Kedalaman sumber gempa hanya 6 kilometer, tergolong sangat dangkal.
Meski pusat gempa berada di wilayah daratan Luwu Timur, guncangan merambat sampai ke Morowali Utara di provinsi tetangga. Warga yang berada di dalam bangunan disebut paling merasakan getaran.
Skala II-III MMI di Morowali Utara
BMKG mencatat intensitas guncangan di Morowali Utara berada pada skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama mereka yang sedang berada di dalam bangunan.
Skala II MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan ada truk yang melintas.
Mengapa Getaran Terasa Jauh
Kedalaman gempa yang tercatat hanya 6 kilometer menunjukkan pusat sumber gempa relatif dekat dengan permukaan bumi. Gempa dangkal seperti ini umumnya menghasilkan guncangan yang lebih terasa di permukaan dibanding gempa berkedalaman besar.
Jarak episenter sekitar 61 kilometer dari Luwu Timur membuat getaran masih sampai ke Morowali Utara. Wilayah Sulawesi memang memiliki sejumlah sesar aktif yang kerap memicu gempa darat berkekuatan kecil hingga menengah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Warga diimbau tetap tenang dan memantau informasi resmi dari BMKG.