MAKASSAR — Plt Ketua Harian Golkar Sulsel, Kadir Halid, meminta seluruh kader di 24 kabupaten/kota untuk bersabar dan tidak terprovokasi. Imbauan ini disampaikan menyusul ketidakpastian jadwal Musda dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang hingga kini belum juga ditetapkan.
Mengapa Kader Diminta Menahan Diri?
Kadir Halid menegaskan bahwa Ketua Plt Golkar Sulsel, Muhiddin, terus berkoordinasi dengan DPP untuk menentukan waktu yang tepat. "Pak Muhiddin itu paham betul anatomi politik di Sulsel. Saya harap teman-teman bersabar dan tetap jaga soliditas," ujarnya kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa DPP telah mengerucutkan dua nama kandidat ketua, yaitu Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Andi Ina Kartika Sari. Padahal, dukungan dari akar rumput justru mengerucut ke Munafri 'Appi' Arifuddin. Sebanyak 21 DPD II dari total 24 telah menyatakan dukungan kepada Appi.
Isu Hukum Bayangi Dua Kandidat Kuat
Di luar dukungan akar rumput, nama Ilham Arief Sirajuddin dan Andi Ina Kartika Sari disebut-sebut memiliki catatan hukum yang kembali menjadi perbincangan. IAS, misalnya, dinilai memiliki catatan tersendiri terkait perpindahan partai dan kasus korupsi yang sempat menyeret namanya. Hal ini dikaitkan dengan kriteria Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT) yang menjadi syarat utama di Partai Golkar.
Sementara itu, Andi Ina Kartika Sari juga dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel. Kedua isu ini, menurut sejumlah pengamat, berpotensi memanaskan suhu persaingan dan menggeser fokus dari konsolidasi internal.
Usman Marham: Jangan Saling Jatuhkan
Menanggapi situasi tersebut, politisi senior Golkar Sulsel, Usman Marham, mengingatkan agar seluruh kader tidak saling menjatuhkan. "Seharusnya kita bersatu di Musda ini. Kalau sudah mengarah ke isu-isu seperti itu, itu bukan semangat Musda. Golkar harus tetap dalam satu garis konsolidasi," tegas adik dari Idrus Marham ini.
Usman menekankan bahwa agenda Musda seharusnya menjadi momentum mempersatukan kader untuk menyambut Pemilu 2029. Ia juga menegaskan bahwa dirinya belum mengambil sikap terbuka terkait kontestasi. "Tidak mungkin saya melakukan langkah politik tanpa arahan dari Plt Ketua Golkar Sulsel, Kanda Muhidin," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian jadwal pelaksanaan Musda. Para kader masih menunggu keputusan resmi dari DPP Partai Golkar di Jakarta.