Pencarian

Kapolda Sulsel Apresiasi Mahasiswa dan Warga Makassar yang Berunjuk Rasa Damai Saat Sumpah Pemuda

Kamis, 29 Oktober 2026 • 10:48:01 WIB
Kapolda Sulsel Apresiasi Mahasiswa dan Warga Makassar yang Berunjuk Rasa Damai Saat Sumpah Pemuda
Kapolda Sulsel Irjen Pol. M. Awal Chairuddin menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan warga yang berunjuk rasa damai saat peringatan Sumpah Pemuda di Makassar.

MAKASSAR — Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin menilai pengamanan aksi peringatan Sumpah Pemuda di Makassar berjalan sesuai harapan karena aspirasi warga tersalurkan tanpa gesekan. Menurut dia, keberhasilan itu bukan hanya soal situasi yang tetap kondusif, tetapi juga soal penghormatan terhadap hak konstitusional warga.

Dalam kehidupan demokrasi, pengamanan tidak sekadar mengendalikan situasi. Kepolisian juga dituntut memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan secara damai dengan tetap menghormati hak setiap warga negara.

Ucapan Terima Kasih Kapolda untuk Warga dan Mahasiswa Sulsel

Kapolda menyampaikan terima kasih secara langsung kepada masyarakat Sulawesi Selatan, mahasiswa, dan seluruh elemen yang terlibat dalam aksi. Ia menilai kedewasaan peserta menjadi kunci sehingga kegiatan berlangsung tanpa gangguan keamanan.

"Saya selaku Kapolda mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulsel, adik-adik mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi dengan damai dan penuh kedewasaan. Hari ini kita membuktikan bahwa Polisi dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga Sulsel tetap aman," ucap Irjen Pol Awal Chairuddin.

Pendekatan Humanis Jadi Arahan Kapolri di Lapangan

Awal Chairuddin menegaskan bahwa pendekatan humanis dan persuasif harus menjadi landasan tugas kepolisian, terutama saat berhadapan dengan warga yang memakai hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat. Arahan itu, kata dia, datang langsung dari Kapolri.

"Sesuai arahan Bapak Kapolri, Polri harus menjadi sahabat masyarakat. Kita kedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan melayani. Kita kawal dan kita jaga, bukan kita batasi, karena Polisi adalah bagian dari masyarakat," tegasnya.

Komunikasi ditempatkan sebagai instrumen utama dalam pengamanan aksi. Pendekatan dialogis diyakini mencegah kesalahpahaman, meredam potensi ketegangan, dan menjaga agar penyampaian aspirasi tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.

Dialog Sebelum, Saat, dan Setelah Aksi

Kapolda menilai koordinasi lintas sektor berperan besar menjaga stabilitas keamanan di sekitar kegiatan. TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh pemuda disebutnya duduk bersama membahas persiapan hingga evaluasi.

"Di Sulsel ini kita bangun semangat Polisi Bersama Masyarakat. Kita turun langsung, kita dengar, dan kita berdialog sebelum, saat, dan setelah kegiatan. TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat duduk bersama. Inilah kekuatan Sulsel," lanjut Kapolda.

Selain situasi kondusif, ia menyebut profesionalitas personel, proporsionalitas penggunaan kewenangan, dan keterbukaan terhadap evaluasi sebagai ukuran keberhasilan pengamanan. Ketiga hal itu dinilai menentukan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, menurut Kapolda, memang menuntut kerja bersama. Kepolisian bertanggung jawab menjaga keamanan, sementara warga punya ruang berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi melalui penyampaian aspirasi yang damai.

Follow sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harian.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks