SIDRAP — Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda tidak hanya memberikan arahan kepada personel saat berada di lapangan. Ia terlibat langsung mengatur kendaraan, menuntun anak sekolah menyeberang, dan menyapa warga yang melintas di perempatan Masjid Agung Sidrap.
Pemandangan itu berlangsung di tengah padatnya aktivitas pagi warga. Menurut Indra, kehadiran personel di titik keramaian dibutuhkan agar masyarakat bisa memulai aktivitas dengan aman.
Antisipasi Kepadatan Sejak Pagi
Pengaturan lalu lintas pada pagi hari disebut sebagai bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga. Sasaran utamanya adalah mereka yang hendak bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas lain.
"Melalui kehadiran personel di sejumlah titik keramaian, kami berupaya mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas sekaligus mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan dan mengutamakan keselamatan selama berkendara," ujar Indra.
Personel disebar ke sejumlah titik keramaian, bukan hanya di perempatan Masjid Agung. Polres Sidrap menyebut langkah itu sebagai pengingat agar pengguna jalan mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan.
Polisi Diminta Hadir di Ruang Publik, Bukan Hanya di Kantor
Indra menegaskan, polisi tidak boleh hanya dikenal saat melakukan penindakan atau penegakan hukum. Kehadiran di tengah masyarakat dinilai sama pentingnya dengan tugas penegakan aturan.
"Polisi tidak boleh hanya terlihat di kantor, tetapi harus hadir di jalan, di ruang publik, dan di tempat masyarakat beraktivitas. Di sanalah kehadiran kita paling dibutuhkan," ungkapnya.
Pernyataan itu menempatkan pengabdian kepolisian sebagai soal kepedulian dan keteladanan, bukan semata kewenangan. Pelayanan dinilai perlu terlihat lewat tindakan nyata di lapangan.
Keselamatan Jalan Bukan Tanggung Jawab Polisi Semata
Kapolres Sidrap mengajak warga tidak memandang keselamatan berlalu lintas sebagai tanggung jawab polisi saja. Setiap pengguna jalan memiliki kewajiban moral menjaga keselamatan diri sekaligus menghormati hak orang lain.
Mematuhi rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak berkendara ugal-ugalan, dan memberi kesempatan kepada pejalan kaki disebut sebagai bentuk kepedulian sederhana. Menurut Indra, kebiasaan itu dapat menyelamatkan banyak nyawa.
Satu kelalaian di jalan raya berisiko mencelakai diri sendiri dan merenggut keselamatan orang lain yang tidak bersalah. Karena itu, Polres Sidrap ingin kehadiran polisi di tengah masyarakat menghadirkan rasa aman sekaligus menumbuhkan kedekatan dengan warga.
Kegiatan pengaturan lalu lintas di perempatan Masjid Agung Sidrap menjadi contoh bagaimana tugas kepolisian dijalankan di ruang publik. Polisi yang dicintai masyarakat, kata Indra, bukan hanya yang mampu menegakkan aturan, tetapi juga yang hadir dengan hati dan memberi teladan melalui tindakan nyata.