TORAJA UTARA — Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pemprov Sulawesi Selatan, Andi Kasman, membenarkan peristiwa yang menimpa personel garis depan pemadaman tersebut. Menurut Kasman, insiden berlangsung saat Padayya bersama tim berada di jalur Poros Karre dalam proses pemadaman karhutla.
Karhutla di kawasan hutan lindung Nanggala dilaporkan berlangsung sejak 19 Oktober 2026 dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya hingga insiden terjadi.
Kronologi: Beristirahat Setelah Berjibaku dengan Api
Padayya bersama tim bertugas mengendalikan kobaran api di kawasan hutan lindung Kecamatan Nanggala. Setelah berjibaku dengan api, korban beristirahat sejenak karena kelelahan.
Saat itulah sebuah pohon tiba-tiba tumbang dan menimpanya. Kasman menyebut korban bahkan sempat mengirimkan video saat menjalankan tugas pemadaman sebelum peristiwa nahas terjadi.
"Almarhum mengalami kecelakaan pada saat melaksanakan tugas memadamkan api di Kecamatan Nanggala, Toraja Utara," kata Kasman saat dikonfirmasi, Kamis, 29 Oktober 2026.
"Korban bahkan sempat mengirim video sedang melakukan pemadaman. Saat sedang beristirahat karena kelelahan, pohon tumbang dan mengenai korban," ujarnya.
Evakuasi ke Puskesmas Nanggala hingga RS Elim Rantepao
Setelah tertimpa pohon, Padayya dievakuasi ke Puskesmas Nanggala untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena kondisinya, korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Elim Rantepao.
Setibanya di rumah sakit, nyawa Padayya sudah tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia.
Api di Hutan Lindung Nanggala Belum Sepenuhnya Padam
Kebakaran hutan yang melanda kawasan Nanggala masih belum tertangani sepenuhnya saat korban meninggal. Padayya disebut menjadi salah satu personel yang berada di garis depan pengendalian api selama proses pemadaman berlangsung.
Kepergian Padayya menjadi kehilangan bagi jajaran kehutanan Sulawesi Selatan. Ia tercatat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja pada KPH Saddang II Kabupaten Toraja Utara.